Counterterrorism Info

Another Info on Counterterrorism

Tokoh-tokoh JI Nusantara

Posted by ajurajer on April 19, 2004

Pekanbaru dan Medan
Tokoh di Pekanbaru adalah Datok Raja Ame, Ketua Wakalah Pekanbaru yang ditangkap pada 20 Mei 2003. Di Medan, Tokohnya adalah Abu Hanifah, Ketua Wakalah Sumatera Utara (buron). Aksi mereka adalah:
– Peledakan bom di 15 lokasi di Pekanbaru an Medan pada Malam Natal 2000
– Penembakan sopir pendeta, Chaleb Situmorang
– Bersama dengan kelompok Tony Togar, merampok money-changer di Dumai (2002) dan nasabah bank Lippo (6 Mei 2003).

Anggota kelompok lain yang ditangkap adalah mantan Kapten Yasid Safaat (di Malaysia). Sementara itu, yang ditangkap di Pekanbaru dan Medan adalah Indra Warman alias Tomy Togar (33 tahun), Fadli Sadama alias Acin (21), Purwadi alias Sony (33), Ramli alias Tono alias Regar (30), Syahrudin Harahap alias Aan alias Ramses alias Chandra (30), Tatang alias Aryo alias Jono (24), Ramli alias Gogon alias Agus (30), Mustafa alias Hendra (30), Bima Ary Surjanto alias Karyo (32) dan Imbalo Hasibuan (30).
Tokoh di Batam merangkap Banten adalah Imam Samudra (terpidana vonis mati), di Bengkulu dan Padang adalah Asmar Latin Sani (tewas dalam ledakan di Hotel JW Marriott), di Bandung adalah Fatih alias Jabir (tewas dalam ledakan di Antapani, Bandung), di Semarang adalah Mustofa (tertangkap) dan di Palu, Sulawesi adalah Chairuddin alias Moh.Nasir Abbas (tertangkap).

Bengkulu dan Padang
Tikohnya adalah Mohamad Rais (tertangkap) dan Asmar Latin Sani (tewas). Aksi mereka adalah peledakan bom di Hotel JW Marriott yang menelan sepuluh korban jiwa dan ratusan lainnya terluka. Kelompok Padang dan Bengkulu sebelumnya merupakan sel tidur yang belakangan diaktifkan oleh Dr. Azahari, Nurdin M. Top dan Dulmatin.

Batam
Tokohnya adalah Imam Samudra alias Kudama, Heri Hafidin (buron), Basuki, Fajar bin Mashudi dan Hasan bin Abbas (tertangkap). Imam Samudra adalah Komandan Tim Peledakan Bom Bali, dan merupakan tokoh penting JI serta kawan dekat Hambali. Sementara itu, Haeri Hafidin adalah perekrut anggota baru. Aksi kelompok ini adalah peledakan empat gereja di Batam (Gereja Pantekosta Pelita, Gereja GKPS Sei Panas, Gereja Bethany May Mart dan Gereja Beato Damian) yang melukai 23 orang. Kelompok ini kemudian kocar-kacir.

Serang, Banten
Tokoh di Serang, Banten ini adalah Abdul Azis alias Imam Samudra. Sebelum ditangkap pada 11 November 2002, dirinya merupakan tokoh misterius dan namanya selalu disebut-sebut dalam berbagai aksi ledakan bom. Aksinya adalah:
– Perampokan toko mas Elita, Serang
– Peledakan bom Legian Kuta, Bali (12 Oktober 2002)
– Pelatihan militer di Saketi, Pandeglang
Anggota kelompok yang ditangkap di Serang adalah Abdul Rauf, Andri Octavia, Andi Hidayat dan Junaedi. Diduga, masih banyak tokoh dalam kelompok ini yang belum ditangkap.

Jakarta
Tokohnya adalah Abdul Jabar dan Asep alias Darwin. Arwin pernah aktif di Gerakan Pemuda Islam, organisasi yang pernah mengirim relawan jihad ke Afganistan. Abdul Jabar adalah anak Ahmad Kandai, pelaku penggranatan Presiden Sukarno di Cikini (1957). Ia menyerah kepada polisi Dompu, Nusa Tenggara Barat (17 Januari 2003). Bersama dengan Amrozi (kelompok Lamongan) dan Fathur Rohman Al-Ghozi (Filipina), melakukan aksi peledakan rumah Duta Besar Filipina untuk Indonesia di Jakarta (Agustus 2000) dan Malam Natal 2000. Anggota lain yang ditangkap adalah Amrozi bin Nurhasyim dan Farihin. Kelompok ini masih aktif karena masih ada yang belum tertangkap, seperti Asep alias Darwin alias Abdullah.

Bandung
Hambali dan Fatih alias Jabir adalah tokoh kelompok ini. Hambali adalah Sekretaris Jenderal Organisasi Jihad se Asia Tenggara dan Koordinator peledakan bom Malam Natal 2000 di 34 lokasi di Indonesia. Pemuda asal Cianjur, Jawa Barat ini ditangkap polisi Thailand dan dinas intelijen Amerika Serikat, CIA. Sementara itu, Jabir adalah kawan dekatnya selama di Malaysia an Afganistan. Aksi kelompok ini adalah peledakan Malam Natal 2000 di Bandung, Sukabumi, Pangandaran dan Ciamis. Anggota kelompok ini yang ditangkap di Jawa Barat adalah H. Aceng, Roni Miliar dan Dedi Mulyadi.

Semarang
Tokoh kelompok ini adalah Mustofa (tertangkap). Mustofa adalah Komandan Detasemen Markas JI di Semarang dan pemilik tempat perakitan bom di Jalan Taman Sri Rejeki. Ia juga mantan Ketua Wakalah III wilayah Sulawesi. Posisinya kemudian digantikan Muchlas alias Ali Gusfron dan Chairuddin alias Moh. Nazir Abbas. Aksi kelompok ini adalah perakitan bom di perumahan Sri Rejeki, Semarang. Anggota yang ditangkap adalah Mahmudi, Heri.S, Joko dan Siswanto. Kemudian, kelompok ini kocar-kacir.

Solo
Sebagai tokoh kelompok ini, Hernianto (tertangkap) termasuk orang dekat Panglima Askary Zulkarnaen Daud. Hernianto pernah membantu Daud berjualan kue roti di Tanjung Pinang, Riau. Aksi kelompok ini adalah membantu peledakan bom Bali. Anggota yang ditangkap adalah Mahmuri, Najib alias Muhnawawi, Saeful alias Bambang Setiono alias Suroso, Abdul Hamid dan Ahmad Budi Wibowo. Kelompok ini lemah karena sebagian besar tokohnya tertangkap.

Lamongan, Jawa Timur
Tokohnya adalah Amrozi dan Ali Gufron alias Muchlas yang merupakan kakak beradik kelahiran Selokuro, Lamongan, Jawa Timur. Muchlas adalah guru pada Pondok Pesantren Lukmanul Hakim, Johor Baru, Malaysia. Ia pindah ke Thailand, kemudian kembali ke Indonesia setelah dikejar-kejar pemerintah Malaysia. Bekerja sama dengan Hambali dan Dulmatin, mereka meledakkan gereja di Mojokerto, Jawa Timur pada Malam Natal 2000. Kemudian, bersama dengan kelompok dari beberapa kota, mereka juga meledakkan bom di Bali. Muchlas sendiri ditangkap pada 3 Desember 2002. Dua bersaudara ini kemudian dihukum mati oleh PN Denpasar, Bali. Anggota yang ditangkap adalah Ali Imron alias Ale, Sumarno, Nurmindah dan Qomar. Tertangkapnya para tokoh, membuat kelompok ini juga kemudian lemah.

Palu, Sulawesi Tenggara
Chairuddin alias Mohamad Nasir Abbas (tertangkap) -kakak ipar Muchlas alias Ali Gufron- yang merupakan warga negara Malaysia, adalah tokoh kelompok ini. Dia menjadi Ketua Mantiqi III untuk wilayah Sulawesi. Aksinya adalah beberapa ledakan bom di Palu dan relawan jihad ke Poso dan Ambon. Anggota kelompok yang ditangkap berjumlah 12 orang, termasuk Aang Hasanuddin, Nizam Kaleb dan Fajri. Kelompok ini juga kemudian lemah dan tercerai-berai.

Makassar
Tokohnya adalah Agus Dwikarna (ditangkap di Filipina) dan Agus Salim alias Syawal Yasin (buron). Agus Dwikarna adalah Panglima Laskar Jundullah di Makassar. Dia sekarang mendekam di penjara Manila lantaran dituduh menyelundupkan bahan peledak. Syawal Yasin adalah menantu Abdullah Sungkar, tokoh yang disebut pernah menjadi Amir Jamaah Islamiyah. Aksi kelompok ini adalah peledakan restoran McDonald‘s dan showroom Haji Kala, Makassar, pada Malam Takbiran 2002.
Anggota kelompok yang ditangkap di Sulawesi adalah Suryadi Mas‘ud, Muhtar Daeng Labase, Khaerul Lukman bin Husein, Muhammad Tang, Usman Nuraffan, Kaharuddin Mustafa dan Syaifullah alias Imam Nawawi. Kelompok ini masih dianggap berbahaya, lantaran dua otak pemboman, Agung Hamid dan Hisbullah Rasyid, masih buron.

Hambali
Sekretaris Jenderal Rabitatul Mujahidin (simpul kelompok jihad Asia Tenggara) ini tertangkap di Malaysia.

Zulkarnaen Daud
Panglima Askary (tentara) ini tertangkap di Tanjung Pinang, Riau Kepulauan. Anggotanya terdiri dari kelompok jihad di: Malaysia (Ali Gufron, tertangkap), Singapura (Mas Slamet Kastari, tertangkap), Thailand, Filipina dan Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: